Mengenal Kebun Angin PLTB Sidrap

Pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan terus dipercepat dan ditargetkan beroperasi akhir tahun ini.

PLTB Sidrap merupakan pembangkit listrik angin terbesar di Indonesia yang akan menghasilkan daya 70 megawatt (MW) dengan 30 kincir angin. Pembangkit ini dioperasikan oleh PT UPC Sidrab Bayu Energi dengan harga jual listrik US$10.11 kilowatt hour (kWh).

“PLN dan PT UPC terus mempercepat proses konstruksi PLTB Sidrap. Mudah-mudahan bisa selesai pada Desember tahun ini,” kata Kepala Satuan Korporat Komunikasi PLN I Made Suprateka, Kamis (14/9/2017).

Kondisi kelistrikan wilayah Sulselrabar saat ini mencapai 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1050 MW. Dengan adanya PLTB Sidrap PLN masih memiliki cadangan daya 200 MW yang dapat memasok ke pelanggan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, Indonesia memiliki potensi energi angin memcapai 16 gigawatt atau 16.000 megawatt.

Pemerintah telah membuat roadmap potensi energi angin Indonesia. Dalam roadmaptersebut, daerah yang berpotensial untuk dikembangkan adalah Indonesia bagian timur, seperti Papua, Maluku dan Sulawesi Selatan.

“Indonesia memiliki potensi energi angin sebesar 16.000 megawatt. Proyek PLTB Sidrap adalah salah satu potensi energi angin yang besar,” kata Rida.

[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=UQ3WNIt53ew”]

Dominasi energi baru terbarukan terus bertambah setelah pemerintah menerbitkan regulasi baru tentang penetapan tarif jual listrik. Pemerintah semakin optimistis mencapai target energi terbarukan 23% pada 2025.

Setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM no.50/2017 tentang Pemanfataan Energi Baru Terbarukan untuk Tenaga Listrik atas perubahan Permen 12/2017, tercatat sudah 64 perusahaan pengembang swasta atau independent power producer (IPP) yang menandatangani jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) dengan PT PLN.

Total daya yang akan dihasilkan dari pembangunan tersebut mencapai 548,57 megawatt (MW).

Permen ESDM 50/2017 juga mengatur perubahan formula harga pembelian tenaga listrik dari PLTS Fotovoltaik, PLTB, PLTBm dan PLTBg.

Harga patokan pembelian tenaga listrik semula sebesar sama dengan BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat, menjadi ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak.

Total pembangkit tenaga listrik dari energi terbarukan yang telah menandatangani PPA sebesar 548,57 MW dari total pembangkit 18.900 MW yang telah menandatangi PPA.

Potensi PLTB Sidrap

PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas 75 MW, pembangkit ramah lingkungan ini terdiri dari 30 turbin kincir angin yang masing-masing berkapasitas 2,5 MW. Model turbin yang digunakan dari Gamesa Iolica Corporation pada menara baja setinggi 80 meter dengan panjang baling-baling 57 meter.
Proyek dengan investasi sekitar 150 juta dolar AS ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada awal 2018 ini dioperasikan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi.
Jonan mengatakan, dengan beroperasi PLTB ini akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia yang mempunyai pembangkit  bertenaga angin. “Di Asia ada Jepang, China, Korea, setelah itu kita,” ujarnya.
Pemerintah semakin optimistis mencapai target energi terbarukan 23 persen pada 2025. “PLTB Sidrap adalah salah satu potensi energi angin yang besar, diharapkan beroperasi pada triwulan pertama tahun depan,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana.
Di tempat yang sama, Bupati Sidrap Rusdi Masse menyambut baik pembangunan proyek pembangunan PLTB Sidrap. “Kami sangat mendukung sekali, kami akan menjaga dan mengawal pelaksanaan proyek ini agar berjalan lancar,” katanya.
Saat ini, kondisi kelistrikan wilayah Sulselrabar mencapai 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1050 MW. Dengan beroperasinya PLTB Sidrap, dihadapkan dapat menambah pasokan listrik di wilayah tersebut. Jonan mengatakan, dengan penambahan daya dari PLTB Sidrap akan menambah pasokan listrik di Sulselrabar. “Tak hanya memenuhi kebutuhan listrik Sidrap tapi juga bisa mengekspor energi ke kabupaten lain,” pungkas Jonan.
Indonesia memiliki potensi energi angin mencapai 1,8 GW. Daerah yang berpotensial untuk dikembangkan adalah Indonesia bagian timur, seperti Papua, Maluku dan Sulawesi Selatan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar