Mengubah industri minyak dan gas untuk menghadapi tantangan di masa depan

Perusahaan minyak dan gas perlu memperluas fokus untuk lebih dari sekedar isu jangka pendek seperti merosotnya harga minyak dan kelebihan pasokan, jika ingin berhasil melewati serangkaian faktor disruptif yang terus berkembang dan akan mengubah bentuk industri, menurut laporan New Energy Futures dari PwC.

Setelah perjanjian perubahan iklim ditandatangani pada bulan Desember lalu di Paris, momentum makin besar untuk menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber energi yang lebih bersih, dan faktor lainnya seperti harga minyak yang rendah hingga faktor geopolitik dunia, terus menggoyahkan industri ini.

Namun, meskipun tekanan-tekanan tersebut masih ada, laporan ini telah dengan jelas menerangkan peran penting industri ini dalam transisi energi dan apa peluang bagi mereka yang dapat beradaptasi terhadap perubahan. Juga disebutkan bahwa peran industri minyak dan gas akan mengalami perubahan.

Viren Doshi, oil and gas leader Strategy& PwC, mengulas:

“Meskipun, karena alasan yang dapat dipahami, harga minyak yang saat ini tertekan mendominasi halaman berita utama, tak kalah pentingnya untuk mempertimbangkan kekuatan apa yang membentuk masa depan industri. Selain pasokan minyak shale AS yang berkontribusi substansial kepada posisi industri saat ini, gangguan lain apa yang dihadapi oleh sektor ini?

“Permintaan global akan energi yang terjangkau dan dapat diandalkan akan terus tumbuh di masa depan, namun terdapat latar belakang jangka panjang baru, seiring dengan berjalannya transisi dunia menuju sistem rendah karbon. Momentum untuk menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber energi yang lebih bersih semakin meningkat, dan perusahaan minyak dan gas perlu untuk mempertimbangkan masa depan mereka dalam konteks ini.

Laporan New Energy Futures mengajukan sebuah kerangka kerja yang dapat membantu perusahaan menghadapi pasar global yang semakin kompleks dan bergejolak selama lima hingga lima belas tahun ke depan. Kerangka kerja tersebut mengevaluasi empat kemungkinan masa depan, dimana tingkat gangguan dan kecepatan perubahan akan berfluktuasi:

  1. Sektor minyak dan gas berevolusi pada jalurnya saat ini dengan intervensi terbatas dari pemerintah. Gejolak harga yang sedang berlangsung karena gejolak penentuan harga dan gejolak permintaan menimbulkan tantangan pendanaan, mendorong kolaborasi yang lebih baik antara operator dan penyedia jasa untuk menggerakkan efisiensi dan mengurangi biaya. Posisi gas menjadi semakin penting sebagai bahan bakar transisi.
  2. Permintaan dari konsumen energi (retail & komersial) untuk mendapatkan energi yang lebih bersih menggerakkan transisi menuju dunia rendah karbon yang mengakibatkan meningkatnya investasi sektor privat secara signifikan pada teknologi rendah karbon. Kaitan antara pertumbuhan ekonomi dan intensitas energi akan terputus.
  3. Seiring dengan langkah Pemerintah untuk melaksanakan COP21 dengan peraturan, insentif dan investasi langsung, langkah tersebut menggerakkan peningkatan efisiensi energi, perluasan permintaan energi terbarukan dan akselerasi perkembangan teknologi disruptif. Hal ini semakin menekan penyedia bahan bakar fosil yang perlu menemukan cara baru dalam bekerja.
  4. Halangan pasokan dipicu oleh tindakan langsung yang diambil oleh pemerintah, seperti penerapan legislasi karbon atau penundaan pemberian izin (e.g. Shale, Kutub Utara), atau gangguan geopolitik, yang juga berkontribusi kepada peningkatan gejolak regional secara periodik.

Menurut Sacha Winzenried, Energy, Utilities & Mining Lead Advisor PwC Indonesia, masing-masing sudut pandang memperlihatkan berbagai akibat yang mungkin terjadi terhadap pasokan, permintaan dan dinamika pasar:

“Megatren mengubah industri dan hal ini menyebabkan semakin menantangnya upaya untuk menghadapi masa depan. Industri minyak dan gas menghadapi lingkungan yang kompleks dan sulit hari ini, dengan riwayat harga komoditas yang rendah, di antara faktor lain. Masa depan akan membawa ketidakpastian yang lebih besar lagi, mengingat adanya potensi kekuatan disruptif.

“Dalam praktiknya, tidak ada sudut pandang masa depan yang pasti. Kerangka kerja ini memungkinkan perusahaan untuk mempertimbangkan berbagai skenario yang mungkin terjadi. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengevaluasi strategi dan rencana mereka saat ini, dengan implikasi terhadap model operasi, strategi kemitraan, sumberdaya dan kemampuan teknis serta aspek lainnya.”

“Lagi-lagi, para operator yang sukses telah menunjukkan kemampuan untuk merespon tantangan dengan menggunakan pandangan jangka panjang, berinovasi, beradaptasi dan mengukur tren utama sementara mereka menentukan rencana investasi jangka menengah-panjang. Dan kami yakin bahwa mereka dapat melakukannya lagi.”

Laporan ini membahas dampak dari empat sudut pandang masa depan tersebut terhadap rantai nilai minyak dan gas. Laporan ini menyatakan bahwa meskipun berbagai unsur akan terjadi dengan cara yang berbeda di berbagai wilayah yang berbeda pula, akan menjadi semakin penting bagi perusahaan untuk dapat menunjukkan:

  • Strategi yang jelas dan sejalan dengan portofolio, proses pengambilan keputusan dan kemampuan;
  • Kemampuan untuk beradaptasi dan tangguh dalam masa yang penuh ketidakpastian;
  • Respon yang inovatif terhadap perubahan disruptif dengan menggunakan aset yang dimiliki serta teknologi, pengetahuan dan kemampuan;
  • Kesiapan untuk menjalin kemitraan dan berkolaborasi di seluruh rantai pasokan, dengan fokus yang menitikberatkan pada peningkatan efisiensi dan pengurangan emisi dan bukan pembagian risiko dan biaya; dan
  • Mengamankan izin sosial untuk beroperasi dengan memelihara kepercayaan dan dukungan investor serta pemangku kepentingan melalui peningkatan transparansi.

Penulis berpandangan bahwa meski ketidakpastian memenuhi masa depan industri ini, satu hal yang menjadi kepastian – industri minyak dan gas terus menunjukkan ketahanan dan inovasi agar beradaptasi di dunia yang berubah secara dramatis.

Apapun yang terjadi di masa depan, sektor ini akan terus memainkan peran penting dalam pemenuhan kebutuhan energi yang terus berubah.

sumber : https://www.pwc.com/id/en/media-centre/press-release/2016/indonesian/mengubah-industri-minyak-dan-gas–untuk-menghadapi-tantangan-di-.html

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar